Tradisi Perang Topat dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Multikulturalisme di Pulau Lombok

Authors

  • Nurhasanah Universitas Mataram

Keywords:

Topat War Tradition, Multiculturalism Education

Abstract

Tradisi Perang Topat, merupakan sebuah tradisi yang unik. Pada kegiatan Perang Topat ini melibatkan dua suku yang berbeda dan dua agama yang berbeda pula secara langsung. Kedua kelompok masyarakat ini terlibat aktif  pada kegiatan tradisi Perang Topat tersebut dengan berbaur satu sama lainnya, penuh kekeluargaan, rasa toleransi dan gotong royong. Metode penelitian menggunakan kajian literatur.  Sumber yang digunakan dalam penelitian ini berupa buku-buku teks, artikel ilmiah, jurnal, literatur review yang sesuai dengan tema yang diteliti. Pendidikan multikulturalisme yang muncul pada upacara Perang Topat antara lain; toleransi, kebersamaan, gotong royong,  nilai religius, dan nilai musyawarah. Nilai sikap multikulturalisme dalam upacara Perang Topat harus dapat di pelihara dan dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari.
 
The Topat War tradition, is a unique tradition. The Topat War activities involved two different tribes and two different religions directly. These two community groups are actively involved in the traditional activities of the Topat War by blending in with each other, full of kinship, tolerance and mutual cooperation. The research method uses a literature review. The sources used in this research are text books, scientific articles, journals, literature reviews that are in accordance with the theme under study. The attitude of multiculturalism that emerged at the Topat War ceremony included; tolerance, togetherness, mutual cooperation, religious values, and deliberation values. The value of multiculturalism in the Topat War ceremony must be maintained and preserved in everyday life.

References

Acim, Subhan Abdullah & Yaqinah, Siti Nurul. 2019. Nilai Kearifan Lokal pada Implementasi Komunikasi Antar Budaya Dalam Tradisi Perang Topat di Lingsar, Lombok Barat. Lentera Vol VIII

Budiwanti, Erni. 2000. Islam Sasak Wetu Telu Versus Islam Wetu Lima. LKIS: Yogyakarta

Dewi, Fransisca Iriani R., Ardiningtiyas Pitaloka dan Tutut Chusniyah. 2011. The dilema perception of harmony pathway Indonesia. In Towards Social Harmony. A New Mission of Asian Social Psychology. Volume 9 Progress in Asian Social Psychology Series. Publisher: Educational Science Publishing House. http://fppsi.um.ac.id/sikap-multikultural/

Dukcapil. 2021. Distribusi Penduduk Indonesia Per Juni 2021. https://dukcapil.kemendagri.go.id

Jayadi, Suparman, et al. 2017. Interaksi Sosial Umat Hindu dan Muslim Dalam Upacara Keagamaan dan Ritual Perang Topat di Lombok. Jurnal Analisa Sosiologi Vol 6 No.2.

Mahfud, Choirul. 2016. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Pramana. 2020. Perang Topat Sebagai Sarana Mempererat Kerukunan Umat Hindu dan Islam Wetu Telu Di Pura Lingsar. Prosiding Seminar Nasional Moderasi Beragama STHD Klaten

Suhupawati, Zidni et al. 2021. Nilai-nilai Sejarah Kemaliq Lingsar Dan Perannya Bagi Kehidupan Masyarakat Desa Lingsar Lombok Barat. Jurnal Humanitas Vol 7 No.2

Suryana, Yaya dan Rusdiana. 2015. Pendidikan Multikultural. Suatu Upaya Penguatan Jati Diri Bangsa (Konsep-Prinsip-Implementasi) Bandung: Pustaka Setia

Widodo, Arif. 2020. Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial. Vol 5 No. 1

Yuniati, K., et al. 2015. Komunikasi Ritual dalam Tradisi Perang Topat di Taman Lingsar Kabupaten Lombok Barat

Zed, Mustika. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Nurhasanah. (2025). Tradisi Perang Topat dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Multikulturalisme di Pulau Lombok. Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 4(4), 219–225. Retrieved from https://jurnal.risetilmiah.ac.id/index.php/jkip/article/view/1273