Reducing Defects Product at M.E. Bag and Purse Production Process Using DMAIC Method

Authors

  • Kharizsa Imamara Politeknik Negeri Bali

DOI:

https://doi.org/10.59086/jam.v4i3.1242

Keywords:

DPU, DPMO, Sigma value, 6Ms, KPI, ME bag and purse, Defect product, DMAIC methods, Business process analysis CTQ

Abstract

ME bag and purse adalah sebuah usaha kecil menengah yang bergerak di bidang produk fashion. ME didirikan pada 30 September 2017 di Yogyakarta. ME bag and purse menyediakan berbagai macam kebutuhan tas wanita yang simple dan bergaya chic, dengan bahan yang berkualitas serta jahitan yang rapi serta detail produk dan kontrol kualitas yang baik. Produk ME dijual dengan harga terjangkau menyasar pasar utama remaja dan pelajar. Dalam penelitian ini ME bag and purse menggunakan beberapa alat untuk menganalisa kondisi dan faktor baik di dalam maupun di luar perusahaan. ME bag and purse menggunakan metode DMAIC dan analisis proses bisnis untuk menganalisis penyebab pemborosan dan cacat. Proses pendefinisian menggunakan diagram SIPOC, kemudian dilakukan pengukuran untuk menentukan kriteria kecacatan produk menggunakan CTQ (critical to quality), mengidentifikasi jenis kecacatan, kemudian menentukan nilai DPU, DPMO, dan sigma untuk mengetahui seberapa besar produk yang cacat. Sedangkan, untuk mengetahui penyebab produk cacat pada proses produksinya menggunakan diagram fishbone. Setelah dilakukan analisa melalui diagram fishbone, langkah selanjutnya adalah mencari solusi dari masalah tersebut dengan metode yang sesuai dengan 6Ms (manusia, mesin, material, metode, lingkungan, pengukuran). Kemudian sebagai wujud dari usaha perbaikan, ditemukan solusi dengan usulan strategi baru, seperti melakukan pelatihan menjahit dan pembuatan pola, melakukan perawatan mesin jahit secara berkala, menerapkan konsep 5S untuk workstation, dan prnggunaan KPI (key performance index) sebagai alat kontrol untuk mengetahui sejauh mana rekomendasi perbaikan berjalan dan membuat jadwal lebih teratur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggawisastra, R., Sutalaksana, I. Z, dan Tjakraatmadja, J. H. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja. ITB. Bandung.

Gaspersz, V., & Fontana, A. 2011. (2011). Lean Six Sima for Manufacturing and Service Industries. Publication., Bogor: Penerbit Vinchiristo.

Gaspersz. (2002). Pedoman implementasi program six sigma terintegrasi dengan ISO 9001: 2000, MBNQA, dan HACCP.

Gaspersz, V. (2007). Lean Six Sigma for Manucafturing and Service Industries Pusat. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka.

Ishikawa, K. (1976). Guide to Quality Control. Asian Productivity Organization.

Milad, M. K. (2015). Penerapan Metode Lean Six Sigma Dan Theory Of Inventive Problem Solving Untuk Mengurangi Waste Dan Perbaikan Kualitas Di Pt . Unggul Makmur Sejahtera ( Pt . Ums ) Lumajang. 1(2), 12–16.

Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Posdayakarya.

Pande. (2002). The Six Sigma Way. Yogyakarta: Andi.

Pyzdek. (2002). The Six Sigma Handbook, Panduan lengkap Untuk Greenbelts Blackbelts , dan Manajer pada Semua Tingkatan. Jakarta, Salemba Empat.

Rokhim, M. (2017). Penentuan Key Performance Indicator Dengan Metode Balanced Scorecard. 18(02), 168–175.

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Kharizsa Imamara. (2025). Reducing Defects Product at M.E. Bag and Purse Production Process Using DMAIC Method . Balance : Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 4(3), 1895–1911. https://doi.org/10.59086/jam.v4i3.1242