Pencegahan Stunting Melalui Ketahanan Pangan Tanaman Organik Di Desa Tanasumpu

Authors

  • Join Hengkeng Universitas Kristen Tentena
  • Feliks Arfid Guampe Universitas Kristen Tentena
  • Fresto Anderson Takapente Universitas Kristen Tentena
  • Mariam Enjelita Rangka Universitas Kristen Tentena
  • Shania Poli’i Universitas Kristen Tentena
  • Aryanita Ruhu Universitas Kristen Tentena
  • Siska Tri Putri Tontji Universitas Kristen Tentena
  • Epafroditus Padipi Universitas Kristen Tentena
  • Novi Maryam Lempao Universitas Kristen Tentena

DOI:

https://doi.org/10.59086/jpm.v3i1.317

Keywords:

Stunting, Nutrition, Food, Organic

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan yang berbahaya yang menyebabkan sakit, kematian, dan masalah dengan pertumbuhan motorik dan mental. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, terutama selama seribu hari pertama kehidupan. Meskipun terus mengalami penurunan namun jumlah stunting di seluruh dunia masih sangat tinggi. Oleh karena itu stunting merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan dan dituntaskan Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Tanasumpu. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam mencegah dan mengentaskan masalah stunting. Metode yang digunakan adalah survei penyebab stunting, melakukan sosialisasi pencegahan stunting, sosialisasi pemanfaatan pekarangan dan pembuatan media tanam serta pupuk organik dan pembagian sayuran organik siap konsumsi kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyebab stunting serta cara penanggulangannya melalui pemanfaatan pekarangan dan konsumsi makanan bergizi. Dengan demikian pemberian edukasi, pemanfaatan pekarangan, dan konsumsi makanan bergizi seperti sayur-sayuran dapat membantu mencegah masalah stunting di masyarakat.

Stunting is a dangerous health problem that causes illness, death, and problems with motor and mental growth. Stunting is caused by malnutrition over a long period of time, especially during the first thousand days of life. Although it continues to decline, the number of stunting around the world is still very high. Therefore, stunting is a serious problem that needs to be considered and resolved This service activity is carried out in Tanasumpu Village. The purpose of this activity is to educate and assist the community in preventing and alleviating stunting problems. The methods used are surveying the causes of stunting, socializing stunting prevention, socializing the use of yards and making planting media and organic fertilizers and distributing organic vegetables ready for consumption to the community. The result of this service activity is an increase in public knowledge and understanding of the causes of stunting and how to overcome it through the use of yards and consumption of nutritious food. Thus, providing education, utilizing yards, and consuming nutritious foods such as vegetables can help prevent stunting problems in the community

References

S. Astuti, “Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang,” Dharmakarya, vol. 7, no. 3, Sep. 2018, doi: 10.24198/dharmakarya.v7i3.20034.

I. Choliq, D. Nasrullah, and M. Mundakir, “Pencegahan Stunting di Medokan Semampir Surabaya Melalui Modifikasi Makanan Pada Anak,” HM, vol. 1, no. 1, Apr. 2020, doi: 10.30651/hm.v1i1.4544.

St. R. Hamzah and H. B, “Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi pada Masyarakat di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow,” jpkmi. jurnal. pengabdi. kpd. masy. indonesia., vol. 1, no. 4, pp. 229–235, Nov. 2020, doi: 10.36596/jpkmi.v1i4.95.

Candarmaweni and A. Y. S. Rahayu, “Tantangan Pencegahan Stunting Pada Era Adaptasi Baru ‘New Normal’ Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Kabupaten Pandeglang,” Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, vol. 09, no. 03, 2020.

W. Sutraningsih, J. Marlindawani, and E. Silitonga, “Implementasi Strategi Pelaksanaan Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2019,” vol. 7, no. 1, 2021.

L. Asmawati, “Pencegahan Stunting melalui Ketahanan Pangan Lokal Banten dan Pengasuhan Digital,” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 7, no. 6, pp. 6915–6926, 2023.

K. Rahmadhita, “Permasalahan Stunting dan Pencegahannya,” jiskh, vol. 11, no. 1, pp. 225–229, Jun. 2020, doi: 10.35816/jiskh.v11i1.253.

N. Indah P. and A. Setyaningsih, “Kebijakan Food Security : Arah Kebijakan dan Strategi Ketahanan Pangan Pemerintah Indonesia,” JOGIV, vol. 2, no. 1, pp. 77–82, Mar. 2020, doi: 10.36636/jogiv.v2i1.394.

K. Kusnandar, D. Padmaningrum, W. Rahayu, and A. Wibowo, “Rancang Bangun Model Kelembagaan Agribisnis Padi Organik Dalam Mendukung Ketahanan Pangan,” JEP, vol. 14, no. 1, p. 92, Jun. 2013, doi: 10.23917/jep.v14i1.163.

N. W. Sihite, Y. Nazarena, F. Ariska, and T. Terati, “Analisis Ketahanan Pangan dan Karakteristik Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting,” JKM, vol. 7, no. Khusus, p. 59, Nov. 2021, doi: 10.33490/jkm.v7iKhusus.550.

Downloads

Published

01/20/2024

How to Cite

Hengkeng, J., Guampe, F. A., Takapente, F. A., Rangka, M. E., Poli’i, S., Ruhu, A., Tontji, S. T. P., Padipi, E., & Lempao, N. M. (2024). Pencegahan Stunting Melalui Ketahanan Pangan Tanaman Organik Di Desa Tanasumpu. Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.59086/jpm.v3i1.317